Berita




Yayasan Griya Jati Rasa Menerima Donasi dari Ibu Monica untuk Rumah Baca Semar di Dusun Ngglotak, Sentolo, Kulon Progo

Kamis, 30 Agustus 2018| 08.00 WIB - 16.25 WIB | Galeri Foto Kegiatan | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Pagi Indonesia,

Pada tanggal 6 Agustus 2018, Yayasan Griya Jati Rasa menerima donasi sebesar $100 dari Ibu Monica, jemaat Gereja Presbyterian di Amerika. Donasi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan Rumah Baca Semar milik Yayasan Griya Jati Rasa yang diberikan kepada Bapak Karwaji, seorang guru kesenian jawa yang tinggal di Dusun Ngglotak, Sentolo, Kulon Progo.

Pada setiap hari minggu, diadakan kegiatan latihan tari dan gamelan untuk anak-anak yang tinggal di sekitar rumah beliau. Disela-sela latihan tari inilah anak-anak biasanya membaca koleksi buku-buku yang ada pada Rumah Baca Semar. Dengan adanya donasi dari Ibu Monica, Yayasan Griya Jati Rasa dapat membeli buku-buku baru, untuk melengkapi koleksi buku yang ada pada Rumah Baca Semar

Pada foto diatas mendokumentasikan ketika Ibu Farsijana Adeney-Risakotta, PhD menerima donasi dari Ibu Monica di Amerika. Kemudian pada foto selanjutnya adalah penyerahan donasi melalui Ibu Maritje Sapardi kepada bendahara Yayasan Griya Jati Rasa untuk kemudian dapat dibelikan koleksi buku baru. Dan Foto terakhir adalah foto ketika Bapak Ign. Haris Kristianto, SIP selaku Manajer Yayasan Griya Jati Rasa menyerahkan koleksi buku baru kepada Bapak Karwaji.

Kami atas nama Yayasan Griya Jati Rasa yang juga mewakili anak-anak dari Dusun Ngglotak mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Monica, kiranya dengan adanya koleksi buku baru ini, anak-anak dapat lebih rajin untuk membaca dan menambah ilmu pengetahuan mereka.


Kuliah Online "Model Bisnis Sosial Dalam Praktek" oleh Ibu Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D

Selasa, 10 Juli 2018| 08.00 WIB - 16.25 WIB | Galeri Foto Kegiatan | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Sore Indonesia,

Pengembangan bisnis sosial merupakan aset pembangunan nasional. Tujuan pembangunan adalah membangun kemandirian memproduksi inovatif dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mensejahterahkan warganegara. Pencapaian tujuan pembangunan ini harus dapat mengangkat harkat kehidupan warga miskin. Daya juang warga untuk bisa mandiri memproduksi harus dimulai dari upayanya memenuhi kebutuhan mendasar dalam bermasyarakat. Peluang untuk mengawinkan kepentingan pengembangan ekonomi sekaligus memandirikan warga dalam penyediaan kebutuhan dasarnya memungkinkan pengembangan kewirausahaan sosial. Aspek-aspek penting dalam membangun bisnis sosial harus dimulai dari pendalaman persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Peran seorang penggerak sosial dengan penguasaan model bisnis sosial diharapkan bisa memfasilitasi keunikan program pengembangan kemandirian warga masyarakat untuk mengolah nilai tambah ekonomi yang tersedia di sekitar lingkungannya. Mata kuliah ini bertujuan menggali potensi model bisnis sosial yang dapat dibangun oleh seorang fasilitator masyarakat untuk memberikan nilai ekonomi dalam konteks budaya politik yang melahirkan kegiatan bisnis tersebut bertumbuh.

Ada 4 tema yang diangkat yaitu yang pertama adalah Konteks dan Teks Ekonomi dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan untuk menguraikan kondisi-kondisi sosial masyarakat yang mengandung aspek anggaran dalam perencanaan pembangunan, dan menemukan bentuk-bentuk perumusan program berbasis partisipasi warga. Tema kedua adalah “Learning Lesson” dari gerakan ekonomi kerakyatan di Yogyakarta, Yayasan Griya Jati Rasa dan Koperasi Griya Jati Rasa, yang bertujuan untuk menggali hasilan studi kelayakan sebagai dasar pergerakan Griya Jati Rasa yang menyasarkan konteks kebijakan menanggapi realitas politik ekonomi di DI.Yogyakarta dan merumuskan hasilan dalam konsep yang komprehensif dan pengawalan implementasinya. Tema ketiga adalah Kolaborasi kekuatan-kekuatan potensi perubahan sosial yang tersedia dalam jejaring kemasyarakatan-kepemerintahan-keakademisan, kasus ‘Samigaluh Tanggap Globalisasi' yang bertujuan untuk menggali bentuk-bentuk kolaborasi kegiatan pembangunan yang mengoptimalkan pengembangan sumber daya lokal (alam dan manusia)menyongsong New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan Bedah Menoreh di DI.Yogyakarta, dan menurunkan model bisnis sosial untuk mengawal aspek “pengentasan kemiskinan” terlaksana sebagai dampak dari NYIA dan Bedah Menoreh. Dan tema yang keempat adalah “Modelling” perumusan bisnis sosial berbasis pengembangan produk uggulan dalam program “Samigaluh Tanggap Globalisasi” yang bertujuan untuk menguraikan peluang pengembangan bisnis sosial berdasarkan konteks masing-masing produk unggulan yaitu (teh, kopi, coklat (1); pertanian organik dan pengolahan makanan lokal (2); kambing ettawa (3); kayu dan bambu (4); kelapa (5); homestay dan trekking rute 1 suro (6); konservasi alam dan trekking cagar budaya (7) dan merumuskan proposal Modelling enam program pengembangan bisnis sosial dalam konteks “Samigaluh Tanggap Globalisasi”


Kunjungan Tim Coaching Samigaluh Tanggap Globalisasi ke Dusun Pringtali, Gebang dan Kleben

Selasa, 10 Juli 2018| 08.00 WIB - Selesai | Galeri Foto Kegiatan | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Sore Indonesia,

Pada tanggal 10 Juli 2018, Tim Coaching Samigaluh Tanggap Globalisasi melakukan kunjungan pertama ke Samigaluh. Kegiatan ini merupakan kegiatan awal, untuk memperkenalkan anggota tim kepada setiap kelompok. Pada kunjungan kali ini, tim berkunjung ke kelompok treking dan homestay di Dusun Pringtali, Kelompok kerajinan kelapa di Dusun Gebang dan Kelompok olahan makanan dan pertanian organik di Dusun Kleben, Samigaluh.

Kunjungan pertama adalah ke Kelompok Ekowisata dan konservasi budaya Karang Taruna Pringtali. Tim diterima oleh Ibu Juminem, istri dari Kepala Dusun Pringtali, Bapak Sutaryo. Dalam pertemuan ini dibahas terkait dengan potensi dan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dan pentingnya kesadaran wisata dari warga masyarakat. Dusun Pringtali sebelumnya sudah sering dikunjungi oleh wisatawan asing. Terakhir 30 wisatawan dari australia yang datang dan melakukan hiking. Namun dari kunjungan tersebut, tak ada satu pun yang stay atau tinggal atau menginap, sehingga peluang ini harus dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat.

Kunjungan yang kedua adalah ke kelompok kelapa di Dusun Gebang. Tim juga melakukan kunjungan ke rumah produksi sabut kelapa. Tim melihat adanya potensi bahan setengah jadi yg masih tidak terolah. Setelah pak Gunanto datang, dapat diketahui memang masalah terbesar saat ini adalah rumah produksi dan pemasaran hasil produksi. Rumah produksi saat ini akan dipakai kembali oleh pemiliknya, sehingga perlu alternatif lokasi dan tempat. Alternatif pertama adalah memindahkan lokasi di tanah kas desa. Namun kendala kemudian adalah pembangunan rumah produksinya yang sampai saat ini msh blm ada dana yg mencukupi. Alternatif kedua adalah memanfaatkan program rumah sehat dan bedah rumah. Dalam program ini, biasanya ada warga yang menjual bangunannya (semi permanen). Hal ini lebih memudahkan utk membangun rumah produksi. Bapak Gunanto juga berterimakasih kepada Griya Jati Rasa yg terus mendampingi aktivitas kelompok.

Kunjungan yang ketiga adalah ke kelompok olahan makanan dan pertanian organik. Dalam kunjungan ini kami ditemui oleh bu Ratminingsih, Kepala Dusun Kleben. Kami berdiskusi tentang Kelompok Wanita Tani (KWT) manunggal karya dan beberapa permasalahannya. Seperti dalam kunjungan sebelumnya, bahwa kendala yg dihadapi adalah kendala pembukuan dan pelaporan. Selain itu alat spinner juga menjadi alat yg dibutuhkan. Saat ini apabila memerlukan mesin spinner, KWT meminjam ke kelompok lain yang sudah memilikinya. Dalam diskusi ini juga disampaikan bahwa banyak anggota kelompok yang secara ketrampilan belum sepenuhnya sama antara satu dengan yg lain. Pada kunjungan ini, kami jg diajak ke kebun KWT yang ditanami berbagai tanaman sayuran organik. [ihk]


Pertemuan Rutin dan Syawalan Anggota Koperasi Griya Jati Rasa

Sabtu, 30 Juni 2018| 08.00 WIB - Selesai | Galeri Foto Kegiatan | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Siang Indonesia,

Diakhir bulan Juni 2018 ini, Koperasi Griya Jati Rasa mengadakan acara Pertemuan Rutin Tiga Bulanan Anggota, sekaligus Syawalan. Acara bertempat di rumah Ibu Dra. Istiatun pada hari Sabtu, tanggal 30 Juni 2018.

Acara dibuka dengan Doa yang dipimpin secara Kristiani oleh Ibu Maritje Sapardi. Selanjutnya Bapak Ign. Haris Kristianto, SIP selaku PLT Ketua Koperasi Griya Jati Rasa, memberikan sambutan sekaligus laporan perkembangan yang ada pada Koperasi Griya Jati Rasa.

Rangkaian acara selanjutnya adalah Siraman Rohani yang diberikan oleh Ibu Sariroh dari Perpustakaan Emha Ainun Najib. Ibu Sariroh menjelaskan tentang bagaimana cara menjaga perdamaian di Indonesia pada umumnya dan di dalam diri kita masing-masing pada khususnya.

Pertemuan ini ditutup dengan pembagian doorprice kepada anggota yang hadir dan bersalaman-salaman. Acara berlangsung hangat dan guyub.


Lokakarya "Samigaluh Tanggap GLobalisasi Tanggungjawab Bersama Umat Beragama

Kamis, 31 Mei 2018| 08.00 WIB - Selesai | Galeri Foto Kegiatan | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Malam Indonesia,

Pada hari ini, Kamis 31 Mei 2018 telah diadakan Lokakarya "Samigaluh Tanggap Globalisasi Tanggungjawab Bersama Umat Beragama" yang bertempat di Ruang Seminar Rudy Budiman untuk sesi pemaparan materi dan untuk sesi diskusi bertempat di Ruang Seminar Harun Hadiwijono Universitas Kristen Duta Wacana

Acara dibuka dengan Laporan dari Investigator "Samigaluh Tanggap Globalisasi" yaitu Ibu Farsijana Adeney Risakotta, Ph.D, dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UKDW, Bapak Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D dan sambutan dari Bapak Gubernur DI.Yogyakarta yang diwakili oleh Bapak Muji Raharjo SH, M.Hum.

Lokakarya ini juga dihadiri oleh Bapak Agus Pandu Purnama selaku General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Bapak Langgeng Basuki, Kepala BAPPEDA Kabupaten Kulon Progo selaku perwakilan dari Bapak Bupati Kabupaten Kulon Progo yang berhalangan hadir, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kulon Progo, Civitas Akademika Universitas Kristen Duta Wacana dan Masyarakat Samigaluh Kulon Progo yang diwakili oleh Kelompok Produk Unggulan daerah Samigaluh.

Daftar SKPD Kabupaten Kulon Progo yang terlibat adalah sebagai berikut :
Sebagai Narasumber :
1. Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, memaparkan pemikiran berjudul “Wisata Religi, Ekowisata dan Pelestarian Lingkungan”
Sebagai Penanggap :
1. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, menanggapi paparan berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Terdampak New Yogyakarta International Airport dan Standarisasi Eksport” yang disampaikan oleh PT Angkasa Pura
2. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, menanggapi paparan berjudul “Wisata Religi, Ekowisata Dan Pelestarian Lingkungan” yang disampaikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.
3. Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, menanggapi paparan presentasi Kelompok Produk Unggulan yang disampaikan oleh Kelompok Kambing Ettawa dengan pendamping Ibu Ratih Restiani, S.Si., M.Biotech.
4. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, menanggapi paparan presentasi Kelompok Produk Unggulan yang disampaikan oleh “Kelompok Teh Menoreh, Kopi dan Coklat” dengan pendamping Bapak R. Tosan Tri Putro, S.Sn., M.Sn dan “Kelompok Pertanian Organik Dan Makanan Olahan Lokal” dengan pendamping Ibu Dra. Xaveria Indri Prasasyaningsih, M,Si
5. Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Kulon Progo, menanggapi paparan presentasi Kelompok Produk Unggulan yang disampaikan oleh Kelompok Kelapa dengan pendamping Bapak Ign. Haris Kristianto, S.IP
6. Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, menanggapi paparan presentasi Kelompok Produk Unggulan yang disampaikan oleh “Kelompok Ekowisata dan konservasi budaya Karang Taruna Pringtali Desa Kebonharjo” dengan pendamping Ibu Dra. Umi Murtini, M.Si. dan “Kelompok Trekking Rute Satu Suro Dan Homestay Madigondo, Desa Sidoharjo” dengan pendamping Bapak Ign. Haris Kristianto, S.IP

Adapun agenda utama pada lokakarya ini adalah :
Pertama, perlu diidentifikasikan melalui penelitian bentuk-bentuk kompetensi usaha bisnis berbasis budaya yang diupayakan oleh masyarakat di DI.Yogyakarta. Produksi sebagai hasil dari kebijakan lokal yang telah menghidupkan warga tetapi harus ditingkatkan cara produksi, pengemasan mengikuti metodologi modern untuk meningkatkan nilai tambah produksi itu sendiri dan cara pemasarannya.
Kedua, perlu diidentifikasikan melalui penelitian hambatan-hambatan sosial maupun struktural yang menyebabkan warga masyarakat belum bisa terlibat secara utuh dalam kewirausahaan berbasis pengembangan potensi dan nilai tambah di pedesaan, maupun identifikasi upaya solusinya, penetapan indikator terhadap penguatan warga berbasis keadilan dan perdamaian, serta penguatan perluasan wirausahaan yang dapat dipromosikan sesuai dengan tingkat kemandirian keberdayaannya.
Ketiga, perlu diidentifikasi melalui penelitian dari dampak adanya perubahan peran warga karena keterlibatan membangun organisasi ekonomi lintas desa, kabupaten, sehingga mendorong pembentukan standarisasi produk sekaligus memberikan kemakmuran, keadilan dan perdamaian kepada desa, di lingkunan kecamatan, kabupaten bahkan ke tingkat propinsi dan nasional.
Keempat, perlu diidentifikasikan bentuk-bentuk pelatihan-pelatihan yang difasilitasi pemerintah dengan dikerjasamakan bersama Koperasi Griya Jati Rasa untuk membuka akses partisipasi anggotanya maupun warga masyarkat di sekitar Samigaluh.
Kelima, perlu difasilitasi perumusan profil usaha dari masing-masing anggota Koperasi Griya Jati Rasa yang dapat difasilitasi oleh pemerintah dengan bekerjasama memanfaatkan tenaga-tenaga profesional yang dapat merancang secara menarik iklan produk yang disebarkan baik melalui media online maupun dalam penjualan langsung di galeri, outlet di New Yogyakarta International Airport dan pameran-pameran.
Keenam, perlu difasilitasi peningkatan produksi menuju target pariwisata dan ekspor sehingga anggota Koperasi Griya Jati Rasa terlibat dalam merancang keberhasilan bisnis mereka bersama dengan pemerintah sebagai fasilitator mengembangkan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan perubahan global, dampaknya langsung kepada anggota masyarakat di lingkungan pedesaan di DI.Yogyakarta.

Berita tentang Lokakarya Samigaluh Tanggap GLobalisasi Tanggungjawab Bersama Umat Beragama juga dapat dibaca pada Koran Kampus UKDW dan pada halaman Website UKDW


<< Berita Terdahulu Berita Selanjutnya >>
Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Kreatifitas Bangsa untuk Keadilan dan Perdamaian
http://griyajatirasa.com || pondokjatirasa@yahoo.com || griyajatirasa@gmail.com|| 0274-545883
Kantor & Galeri : Jl. Dumung No. 100 CT VIII, Karanggayam, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, 55281
Follow Us :
Laboratorium Alam : Pondok Jati Rasa - Alas Wegode, Desa Giri Cahyo, Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia
Keputusan Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-000528.AH.01.04 Tahun 2015
Izin Operasional : Keputusan Kepala Badan Kerjasama dan Penanaman Modal Daerah Istimewa Yogyakarta, Nomor 222.914.GRJ.2015
© 2017 GRIYA JATI RASA