Berita




Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa mengikuti Training of Trainer dari Global Reporting Initiative (GRI) dan Forum Fair Trade Indonesia (FFTI)

23-24 Febuari 2021| 09.00-16.00 WIB | Zoom Meeting | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Sore Indonesia,

Selama dua hari, Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa bersama dengan member dari Forum Fair Trade Indonesia mengikuti dari Global Reporting Initiative (GRI). Materi yang diberikan adalah tentang bagaimana membuat sustainability report yang dapat membantu mempertajam aktivitas fair trade dan membangun transparansi organisasi.

Narasumber pada pertemuan ini adalah Ibu Lany Harijanti sebagai Regional Program Manager ASEAN at Global Reporting Initiative (GRI) dan Bapak Hendri Yulius Wijaya sebagai Country Program Manager at Global Reporting Initiative (GRI).


Presentasi Evaluasi Bisnis Plan pada 10 Kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Kristen Tentena Bersama Ibu Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D

Senin, 22 Febuari 2021| 09.30 - 16.00 WITA | Zoom Meeting | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Siang Indonesia,

Satu bulan pelaksanaan pelatihan pemasaran digital, hari ini mahasiswa KKN dari Universitas Kristen Tentena akan mempresentasikan Bisnis Plan dari ide bisnis yang mereka pilih. Mahasiswa terbagi menjadi 10 kelompok posko yang melakukan pengabdian pada masyarakat Tentena.

Presentasi dilakukan secara online melalui zoom meeting, dihadapan dosen dan Ibu Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D. Adapun ide bisnis tersebut terdiri dari :

1. Posko I : Kukis Bakar Kasubi

2. Posko II : Ranggina Weamomi

3. Posko III : Dodol Nanas Modilejo

4. Posko IV : Baso Tabaro

5. Posko V : Lama Lipu (Minyak Kelapa Murni)

6. Posko VI : Banana Spicy Balado

7. Posko VII : Tirai Bambu

8. Posko VIII : Rica-Rica Ikan Mujair Tentena

9. Posko IX L Gula Aren (Goola Momi)

10. Posko X : Juju Yopo (Madu Hutan)


Evaluation Fair Trade Products in a time of Pandemic. An online Meeting for future Agenda 2030 of Sustainable Development Goals

Jumat, 19 Febuari 2021| 07.00 - 13.00 WIB | Zoom Meeting | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Sore Indonesia,

PC USA mempunyai sejarah panjang melakukan pelayanan misi sebagai bagian dari kesaksian dan tindakan penyelamatan Kristus yang nampak pada umatnya di seluruh dunia. Melalui kerangka pelayanan kemitraan, PC USA menterjemahkan pelayanan misi sebagai upaya untuk mengatasi penderitaan bersama disebabkan karena kemiskinan dan ketimpangan sosial, budaya kekerasan, ketegangan antara rasial dan penganut agama yang berbeda. Pelayanan misi dibangun untuk mengikuti pelayanan Kristus dan gereja mula-mula untuk mengatasi kemiskinan global, membangun distribusi yang adil dan melakukan rekonsialiasi dalam konteks budaya kekerasan yang disebabkan karena konflik rasial dan agama. Pelayanan misi ini bisa dilakukan apabila tersedianya ruang yang memungkinkan terjadi kemitraan baik di antara jemaat-jemaat dari gereja PCUSA yang mendukung pelayanan misi melalui World Mission yang mengutus misionaris sesuai dengan undangan dari partner Kristen yang ada di berbagai negara. Visi pelayanan misi dari PC USA juga menjadi kebutuhan dalam pelayanan partner Kristen yang berhadapan dengan persoalan-persoalan yang sama. Salah satu bentuk kerjasama yang memungkinkan berbagai pihak untuk terlibat dalam mendorong terjadinya upaya mengatasi kemiskinan, ketimpangan sosial, rekonsiliasi adalah dengan memberdayakan komunitas untuk melakukan kegiatan produksi yang kreatif dan mempunyai nilai bisnis.

Farsijana Adeney-Risakotta diutus oleh PC USA untuk melayani patner di Universitas Kristen Duta Wacana. Pelayanan misi yang sedang dilakukannya adalah menghubungkan antara komunitas akademis Kristen di Indonesia dengan masyarakat muslim yang ada di sekitarnya. Keterhubungan pemberdayaan ekonomi menjadi pintu kerjasama terutama dalam upaya membangun kapasitas keilmuan dan pengalaman untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa-mahasiswa yang sedang belajar di program MM, Fakultas Bisnis dalam bidang kewirausahaan sosial. Lebih jauh komunitas Kristiani di Indonesia terpanggil untuk melayani masyarakat di sekitarnya sebagai saksi dan pelaku Firman Tuhan. Menjadi seorang dosen di Indonesia, adalah melakukan pengajaran, meneliti dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

Pelayanan misi dengan keterhubungan dalam ketiga aspek di atas, menyebabkan bidang misi makin terbuka lebar karena bersentuhan dengan berbagai persoalan termasuk dalam cara mengatasinya. Sebagai contoh, tanggapan Universitas Kristen Duta Wacana terhadap globalisasi bagi masyarakat di Yogyakarta telah menyebabkan Farsijana Adeney-Risakotta diminta untuk mengorganisir sumber daya manusianya sehingga bisa mendirikan Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat (PSPTM). Jadi selain mengajar mahasiswa S2 dalam program kewirausahaan sosial, Farsijana juga mengorganisir dosen-dosen di UKDW dan mahasiwa-mahasiswa S2 untuk meneliti dan memberdayakan kewirausahaan sosial dari masyarakat sekitarnya. Penguatan kewirausahaan sosial kepada masyarakat dilakukan melalui Yayasan Griya Jati Rasa yang sudah lebih dulu didirikan Farsijana untuk menjembatani kerja-kerja pelayanan dalam masyarakat majemuk terutama di antara Muslim dan Kristen. Ketua Yayasan Griya Jati Rasa adalah rekan dosennya dari Fakultas Bisnis, Dr. Singgih Santoso. Yayasan melakukan pelatihan kewirausahaan sosial di desa-desa dengan melibatkan dosen-dosen fakultas Bisnis, ketika proses pendirian Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat masih sedang diproses. Pelatihan-pelatihan ini telah mendorong para alumni yang berada di desa-desa untuk membentuk Koperasi supaya memungkinkan mereka untuk terus bersama-sama bisa bekerja sama. Yayasan Griya Jati Rasa diminta untuk mendampingi dan memfasilitasi pendirian Koperasi tersebut yang diberikan nama Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa.

Tahun 2018, Yayasan dan PSPTM, Fakultas Bisnis, UKDW memenangkan kompetisi grant dari Presbyterian Women. Kegiatan ini telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap pengembangan kegiatan PSPTM, penguatan kurikulum program S2 MM, Fakultas Bisnis, penguatan penelitian dan pengabdian bersama di antara dosen-dosen dari Fakultas lain yaitu Fakultas Biologi, Arsitektur dan Desain, Fakultas Bahasa dan Ilmu Sosial, Fakultas Bisnis untuk secara bersama melakukan kegiatan penguatan kewirausahaan sosial dan ekonomi bagi masyarakat di Samigaluh yang merupakan bagian dari Kawasan Strategi Wisata Nasional Borobudur. Borobudur adalah candi Budha terbesar di dunia yang merupakan warisan budaya dunia di bawah UNESCO.

Salah satu manfaat yang langsung bisa dirasakan adalah penguatas kapasitas dan kemandirian Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa dan peningkatan kualitas produksi anggota koperasi. Penguatan organisasi ekonomi dilakukan untuk memberikan pengalaman dan praktek pengelolaan ekonomi profesional kepada Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa sehingga bisa melayani anggotanya secara bertanggungjawab, transparan, terukur dan terpantau baik oleh Lembaga keuangan resmi ditentukan oleh pemerintah maupun oleh anggota masyarakat secara umum. Berbagai tingkatan kompetensi dipenuhi oleh Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa. Misalkan koperasi mendapat lisensi untuk perniagaan yang adil (Fair Trade) dengan menjadi anggota dari Forum Fair Trade Indonesia. Selain itu melalui pelatihan ketahanan dan keamanan pangan, Koperasi saat ini bisa memasarkan langsung produk anggota dengan menggunakan logo Koperasi. Pertemuan rutin anggota Koperasi dilakukan setiap tahun untuk mendorong tanggung jawab masing-masing anggota dalam menabung. Pinjaman diberikan kepada anggota untuk mengembangkan usahanya. Sementara produk-produk bermutu dari anggota terus dibina sehingga memenuhi persyaratan untuk penjualan di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sementara penguatan nilai kerjasama antara anggota dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan terkait dengan penggalian ajaran iman yang mendorong komunitas Kristen dan Muslim untuk bekerja sama membangun keadilan sosial (Link). Bukti dari keterhubungan pelayanan ini makin terasa dalam masa pandemic. Koperasi menjadi wadah untuk anggota yang berbeda secara iman sehingga bisa terus saling mendukung, memperbaiki kualitas produksinya (link).

Saat ini, produk-produk Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa telah di pasarkan di Indonesia. Dalam kesempatan Farsijana melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dari bulan Desember 2020 sampai dengan Februari 2021, beberapa produk fair trade dibawa untuk diperkenalkan kepada gereja-gereja maupun individu-individu yang selama ini telah mendukung pelayanan Farsijana di Indonesia. Farsijana menyurati gereja-gereja dan individu-individu yang memberikan tangggapan sangat positif untuk kemudian barang-barang contoh dari produk fair trade ini bisa dikirimkan untuk dapat dievaluasi bersama. Nama-nama penerimanya terlampir (lihat attachment).

Diskusi Zoom untuk mengevaluasi program ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari masing-masing pribadi dan juga kelompok yang telah menerima paket sehingga mutu dari produk bisa diperbaiki. Di harapkan adanya pembukaan pasar ke Amerika Serikat dengan sasaran adalah warga gereja PC USA maupun individu lainnya untuk menunjukkan buah dari pelayanan misi yang memungkinkan kelompok-kelompok berbeda agama, gender, usia bisa saling bekerja sama, baik sebagai pembuat produk maupun sebagai pembeli.

Membuka pasar ke Amerika Serikat merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk menguatkan kualitas produk, cara mengkomunikasikan produk dalam budaya ketahanan pangan yang telah dibangun dalam masyarakat di Amerika Serikat. Pengetahuan ini sangat bermanfaat dalam pembelajaran kepada mahasiswa dan juga menguatkan anggota koperasi untuk terus berproduksi secara berkelanjutan dan mendoroong kemandirian dari Koperasi.(far)


Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa memberikan Pelatihan Pemasaran Digital Kepada Kelompok Swadaya Masyarakat Bungong Jaroa di Aceh

Rabu, 17 Febuari 2021| 09.00 - 15.00 WIB | Zoom Meeting | Staf Griya Jati Rasa


Selamat Siang Indonesia,

Pada hari ini Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa (KKGJR) memberikan pelatihan kepada kelompok Ibu Farida Haryani yang adalah anggota koperasi yang berasal dari Daerah Istimewa Aceh, tepatnya dari Kota Sigli.

Pelatihan diberikan oleh Ibu Farsijana Adeney-Risakotta yang adalah pengawas dari KKGJR. Pelatihan dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi teori dan sesi praktek. Pada sesi teori, Ibu Farsijana menjelaskan tentang konsep pemasaran digital dan 9 tahapan dalam membangun strategi pemasaran digital. Ibu Farsijana juga menjelaskan simulasi 1 produk dalam alur kerja produksi, yaitu analisa tahap awal sebelum produksi, pembuatan desain dan produk, persiapan sebelum pengemasan, pengemasan dan pemasaran digital dengan teknologi.

Setelah sesi teori, peserta bersama-sama mempraktekan tahapan untuk membuat toko di tokopedia dan membuat tawaran di marketplace di facebook.

Kesimpulan yang bisa didapat dari pelatihan ini adalah Pemasaran digital bukan sekedar menjual produk tetapi mempromosikan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh user/consumer, dengan menunjukkannya langsung pribadi versus pribadi melalui fasilitas penjualan dalam media sosial di smartphone, sehingga bisa diterima sebagai produk yang aman, nyaman, berguna, variatif dan baik; Cara pemasaran digital selain menggunakan sosial media, bisa juga menggunakan email, menulis narasi di blog/vlog, menjelaskan profil di Google bisnis, mempublikasikan produk melalui penyajian testimoni dari pelanggan di YouTube dan promosi di berbagai jaringan E-commerce lainnya; Membangun imaginasi pelanggan untuk melihat berbagai variasi dari manfaat produk, keragaman bentuk, rasa dan cara menyalurkan produk sebagai hadiah ucapan terima kasih, HUT dstnya kepada pihak ketiga merupakan cara pemasaran digital yang sangat inspiratif; Dengan berlatih secara bertahap, kemampuan untuk mengerti cara memasarkan produk secara digital bisa dicapai dan memberikan dampak kemajuan serta manfaat yang sangat luas untuk menambah jumlah pelanggan terhadap produk tertentu; Pelanggan menginginkan konsistensi dalam produksi. Apabila ada upaya peningkatan dan perubahan produk bisa dilakukan secara bertahap dengan penawaran yang sistematis yang membuka imajinasi baru terhadap produk lain sebelumnya dari turunan yang sama.


Koperasi Griya Jati Rasa Mulai Ekspor Hasil Produksi dan Olahan dari Anggota

Senin, 15 Febuari 2021| 09.00 WIB | Yogyakarta | Harian Jogja


Selamat Pagi Indonesia,

Momentum Valentine Day 2021 menjadi lebih istimewa bagi Keluarga Koperasi Konsumen Griya Jati karena bertepatan dengan perayaan ini, mereka melakukan ekspor teh, kopi, cokelat, batik dan handicraft hasil olahan dan produksi anggota kepada konsumen di Amerika Serikat. Pada tanggal 14 Februari produk tersebut telah diterima konsumen. Dalam rangka ekspor lebih lanjut dan menjalin tali silaturahmi, pada 18 Februari 2021, pukul 07.00 WIB atau pukul 04 Waktu Amerika Serikat, dilakukan webinar, mempertemukan petani, pengolah dan produsen dengan konsumen AS serta terbuka bagi umum untuk evaluasi produk. “Kecil tetapi pasti berkontribusi bagi target ekspor Indonesia 2021 sebesar 7,2 Milyar U$, seperti keterangan Direktur Pengembangan Ekspor Kemendag RI Marolop Naigolan pada 11 Februari 2021 melalui daring bersama FFTI/Forum Fair Trade Indonesia. Produk Griya Jati Rasa berkelas, tidak hanya berkualitas, tetapi ramah lingkungan dan mengikuti standar kesejahteraan buruh,” jelas Ketua Koperasi Griya Jati Rasa, Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Beny Susanto, dalam rilisnya, Senin (15/2/2021).

Ia mengatakan pandemi Covid-19 bukanlah hambatan berkarya tetapi berkah dan sahabat yang telah disikapi secara positif konstruktif atas dasar spiritualitas iman muslim-kristen sebagai basis kerja Koperasi Griya Jati Rasa. Menurutnya, tidak ada yang sia-sia, selama masa pandemi sampai kenormalan baru terus bekerja, mengikuti prosedur kesehatan dan berdoa. Hasilnya, kata dia, sangat menggembirakan. Rahmat dan berkah Tuhan Yang Maha Esa terus terbuka; teh, kopi, cokelat yang semula dijual langsung dari petani kepada pengepul ataupun perusahaan, diolah dan diproduksi secara mandiri, dikemas secara standar modern sehingga member nilai tambah dan naik kelas, bahkan diekspor. “Siapapun bisa mendapatkan produknya secara langsung di Koperasi Griya Jati Rasa, www.griyajatirasa.com atau via daring :0821360007449,” tambah Beny.

Di masa pandemic, ia mengimbau tetap di rumah, tak perlu berhura-hura apalagi pesta besar, dan perayaan valentine berlebihan bisa menjadi klaster akibat kerumunan. Ia menyarankan bahwa hasil kerja mengolah lingkungan, alam dan sekitar dengan standar prosedur kesehatan serta terus mendekat, berdoa kepada Allah SWT terbukti membawa kenikmatan. Bahu membahu petani, pengolah anggota Koperasi Griya Jati Rasa dengan Pusat Studi Pembangunan dan Tranformasi Masyarakat Universitas Kristen Duta Wacana, Yayasan Griya Jati Rasa dan Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan terbukti menghasilkan,” kata Beny yang juga A’wan Syuriah PWNU DIY.

Berita juga dapat dibaca di Harian Jogja


<< Berita Terdahulu Berita Selanjutnya >>
Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Kreatifitas Bangsa untuk Keadilan dan Perdamaian
http://griyajatirasa.com || pondokjatirasa@yahoo.com || griyajatirasa@gmail.com|| 0274-545883
Kantor & Galeri : Jl. Dumung No. 100 CT VIII, Karanggayam, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, 55281
Follow Us :
Laboratorium Alam : Pondok Jati Rasa - Alas Wegode, Desa Giri Cahyo, Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia
Keputusan Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-000528.AH.01.04 Tahun 2015
Izin Operasional : Keputusan Kepala Badan Kerjasama dan Penanaman Modal Daerah Istimewa Yogyakarta, Nomor 222.914.GRJ.2015
© 2017 GRIYA JATI RASA