Yayasan Griya Jati Rasa telah sukses melaksanakan Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme dan Call of Innovation di Pendopo Tali Rasa, Sleman, D.I. Yogyakarta. Mengusung tema “Spirit Pemuda: Dari Resiliensi Rahim Bumi Menuju Aksi Ekonomi Hijau”, acara ini dihadiri oleh 20 hingga 30 perwakilan mahasiswa daerah dari berbagai penjuru Indonesia yang tengah menempuh studi di Yogyakarta. Agenda ini ditutup dengan momen hangat buka puasa bersama dalam suasana Ramadan 1447H.

Aksi Nyata Menuju Mandiri Emisi

Kegiatan ini menandai langkah konkret lanjutan dari gerakan pemuda pelopor Griya Jati Rasa dalam mengawal komitmen Net Zero Emission 2030. Setelah membekali para pemuda dengan teori kesadaran iklim di Gedung DPD DIY serta perhitungan jejak karbon di Kalurahan Giricahyo pada tahun 2025 lalu, pelatihan kali ini berfokus pada eksekusi teknis di lapangan.
Dalam sesi workshop, para peserta secara langsung mempraktikkan pembuatan eco-enzyme dengan standar kualitas tinggi menggunakan limbah organik rumah tangga. Cairan hasil fermentasi ini diproyeksikan siap panen dalam waktu tiga bulan sebagai solusi nyata dalam menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menurunkan suhu bumi dari lingkup terkecil.

Menjaring Inovasi Ekonomi Hijau Lewat “Call of Innovation”

Tidak hanya berhenti pada proses produksi, Yayasan Griya Jati Rasa juga meresmikan kompetisi Call of Innovation. Program ini menantang kelompok kerja pemuda untuk menyusun proposal inovasi pemanfaatan paska-panen eco-enzyme menjadi produk bernilai ekonomi, seperti sabun ekologis, pupuk spesifik, pembersih udara, hingga jasa penjernihan air.
Untuk merangsang ekosistem bisnis hijau ini, pihak yayasan menyalurkan stimulus modal awal (Startup Package) dengan rincian:
• Juara 1: Rp1.500.000,- + Sertifikat
• Juara 2: Rp1.000.000,- + Sertifikat
• Juara 3: Rp500.000,- + Sertifikat

Seluruh usulan yang masuk dinilai secara ketat berdasarkan aspek inovasi (30%), dampak ekologis (30%), keberlanjutan ekonomi hijau/skema gaji karbon (20%), serta relevansi spiritual terhadap kelestarian ciptaan (20%).
“Kami tidak ingin pemuda hanya berhenti pada tahap tahu cara membuat. Melalui tantangan inovasi paska-panen ini, kami mendorong lahirnya kelompok kerja yang mampu mengubah kepedulian lingkungan menjadi aksi ekonomi hijau yang mandiri dan berkelanjutan demi menjaga rahim bumi,” ungkap Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D., Direktur Yayasan Griya Jati Rasa.
Melalui keberhasilan acara ini, diharapkan terbentuk draf usulan program yang aplikatif serta komitmen kolektif yang kuat di kalangan generasi muda untuk terus menerapkan gaya hidup minim sampah (zero waste lifestyle).

Share this article

Kegiatan Terbaru

About

Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown prmontserrat took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown prmontserrat took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged.

Gallery