Dokumen Implementasi Capaian Target SDGs Menuju 2030 Yayasan Griya Jati Rasa
1. Visi & Misi Yayasan Griya Jati Rasa
Visi
“Menjadi penggerak utama transisi ekonomi hijau, pariwisata karbon, dan keadilan iklim berbasis komunitas lintas iman yang mandiri, inklusif, dan bereplikasi nasional menuju tahun 2030.”
Misi
- Aksi Pemulihan Ekologi dan Mitigasi Iklim Berbasis Sains Warga (SDG 6, 7, 13): Mendorong dekarbonisasi dan eliminasi emisi metana (CH4) melalui masifikasi teknologi tepat guna komunal (reaktor limbah cair), tata kelola sirkular sampah rumah tangga (eco-enzyme), serta pemulihan lahan kritis karst lewat model inovatif Carbon Farming (Hutan Kanopi Tiga Lapisan).
- Pemberdayaan Masyarakat dalam Ekowisata dan Pariwisata Karbon (SDG 8, 11, 15): Mengembangkan kapasitas masyarakat dalam membangun ekosistem ekowisata dan pariwisata karbon berkelanjutan di seluruh Indonesia, yang dipelopori dan diinstitusikan dari Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul, sebagai model percontohan nasional.
- Pemberdayaan Kapasitas dan Literasi Ekonomi Hijau Komunitas (SDG 2, 4, 12): Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan intensif, dan pembekalan intelektual secara inklusif kepada anggota koperasi, komunitas perajin, santri, jemaat gereja, serta generasi muda Nusantara guna mencetak kader yang menguasai literasi green jobs dan standar produksi rendah emisi (Green Value Chain).
- Hilirisasi Pangan Karbon dan Inklusi Keuangan Mandiri (SDG 1, 8): Membangun kemitraan strategis non-donor bersama Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa untuk mewujudkan restrukturisasi rezeki warga tapak melalui skema insentif digital “program Asuh Pohonโ dan โGaji Karbonโ melalui aplikasi Semar Mobile serta standarisasi produk lokal (Carbon Foods) untuk pasar domestik, pariwisata, dan ekspor.
- Advokasi Kebijakan dan Penguatan Kemitraan Pentahelix (SDG 16, 17): Melembagakan akuntabilitas gerakan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi pemerintah, memvalidasi sains karbon secara interdisipliner bersama akademisi lintas agama, serta aktif mengadvokasi regulasi daerah demi keberlanjutan intervensi secara makro.
2. Pengantar Tata Kelola Dan Hubungan Strategis Kelembagaan
Yayasan Griya Jati Rasa bertindak sebagai payung kelembagaan pemberdayaan masyarakat yang bermitra langsung dengan Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa.ย Keduanya adalah implementasi dari pergerakan yangย mengimplementasikan tata kelola pemisahan dua sayap organisasi secara legal menurut ketentuan resmi negara namun bermitra secara strategis:
- Fungsi Pemberdayaan & Penguatan Kapasitas (Inti Aktivitas Yayasan):
Griya Jati Rasa berdiri sebagai entitas nirlaba yang mengampu fungsi pembekalan intelektual, penguatan kapasitas (capacity building), penyediaan edukasi, pelatihan literasi iklim, riset sains warga, serta advokasi kebijakan daerah nonkomersial di tingkat tapak. - Fungsi Komersial, Bisnis & Perdagangan (Sayap Kemitraan Koperasi):
Guna mengimplementasikan hasil pemberdayaan Yayasan ke dalam aksi ekonomi riil, Yayasan telah berhasil memfasilitasi alumni program pendidikan kewirausahaan desa yang diorganisirnya untuk membentuk Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa. Koperasi berstatus kewilayahan nasional yang kini berusia 9 tahun ini berfungsi sebagai entitas bisnis, perdagangan anggota, serta lembaga jangkar keuangan (financial anchor) yang mengorganisasi transaksi hijau produk-produk anggotanya secara mandiri melalui aplikasi digital Semar Mobile.
3. Dokumen Hukum Dan Kantor Bersama
Yayasan Griya Jati Rasa:
- Akta Notaris Suastutiningsih S.H No.105 Tgl 28 Maret 2015.ย ย
- Keputusan Kemenkumham No. AHU-000528.AH.01.04 Tahun 2015.ย
- PAD : Keputusan Kemenkumham No. AHU-0036034.AH.01.12 Tahun 2022.
- Keputusan Kepala Badan Kesbangpol D.I. Yogyakarta No. 00-34-00/051/VI/2022.
Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa
Nomor Badan Hukum 005240/BH/M.KUKM.2/IX/2017
Nomor AHU-0000100.AH.01.38.TAHUN 2025
Nomor Sertifikat Register UMKM 05699-0716-20Nomor Induk Berusaha 9120206850993
Nomor Induk Koperasi 3404030020020
Member Forum Fair Trade Indonesia016/A/FFTI
Alamat Kantor Bersama
Yayasan Griya Jati Rasa dan Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa berkantor di areal Pondok Tali Rasa, di Jalan Dumung No 100, CT VIII, Karanggayam, Catur Tunggal, Depok, Sleman, DI. Yogyakarta 55281.
4. Ringkasan Program
Inovasi Kolaboratif Transisi Ekonomi Hijau dan Pariwisata Karbon Berbasis Komunitas Lintas Iman di D.I. Yogyakarta.
Jejaring SDGs: Pada perayaan 10 tahun Yayasan Griya Jati Rasa pada 28 Maret 2025,ย bersama dengan mitra utamanya, Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa (Kewilayahan Nasional), menetapkan dan mengimplementasikan Rencana Strategis menuju 2030 (Strategic Plan Menuju 2030: “Allah Berjuang Bersama Kita”). Renstra 2030 direncanakan menggunakan pendekatan bottom-up Pentahelix dengan tujuan mengentaskan kemiskinan dan memitigasi krisis iklim. Program ini mengintegrasikan aksi hulu-hilir melalui tiga fokus utama:
- Restorasi, Ekowisata dan Pariwisata Karbon: Pemulihan lahan kritis karst melalui Model Hutan Kanopi Tiga Lapisan (Nyamplung, Alpukat, Empon-empon) yang dikelola jemaat GKJ Paliyan di Manggoro , Playen, serta perintisan Pariwisata Karbon di Kalurahan Giricahyo, Purwosari, Gunungkidul.
- Aksi Sirkular Lintas Iman: Merespons krisis sampah regional DIY, dilakukan masifikasi produksi eco-enzyme dapur lintas iman dimulai dari GKJ Sarimulya hingga klaster anggota koperasi di Kebonharjo (Samigaluh, Kulon Progo); Kalitirto (Berbah, Sleman); Giriloyo (Imogiri, Bantul); Giricahyo ( Purwosari, Gunung Kidul) dan Bleberan ( Playen, Gunung Kidul).
- Digitalisasi & Hilirisasi Ekonomi: Di sektor hilir, dijalankan digitalisasi insentif program “Asuh Pohon” dan โGaji Karbonโ Griya Jati Rasa melalui aplikasi Semar Mobile dengan dukungan bibit tanaman dari DLHK DIY dan petani mandiri hasil pelatihan pembuatan benih dari biji yang dilakukan Yayasan Griya Jati Rasa, serta hilirisasi komoditas pangan rendah emisi (Carbon Foods) berupa ekspor rempah-rempah herbal ke Timur Tengah.
- Keberlanjutan gerakan diikat oleh hukum melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang disaksikan Bapperida DIY, validasi data ilmiah bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan Institut Ilmu Al-Qur’an An-Nur (IIQ An-Nur). Program hibah pemetaan hutan, perhitungan nilai Asuh Pohon dan Gaji Karbon, dan sistem barcode program yang dilakukan oleh tim Bioteknologi, Bisnis dan Teknologi Informasi UKDW dan eco enzyme berbasis bisnis syariah Islam oleh IIQ An-Nur.
- Keterlibatan pemerintah Gunung Kidul, yaitu Bupati dan Ketua DPRD Gunung Kidul, dalam mengadvokasi kebutuhan anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa, UMKM Sri Agung untuk mengawal turunan Perda Gunung Kidul No. 10/2025 menjadi Peraturan Bupati (Perbup) guna melindungi produk lokal dan herbalnya yang berpeluang eksport ke Timur Tengah.
5. Empat Pilar Strategis Implementasi Rencana Aksi 2030
PILAR I: Mitigasi Perubahan Iklim, Pemulihan Ekologi, Pariwisata Karbon dan Produk eco-craft fashion dan pangan berkelanjutan (SDG 6, 7, 8, 11, 12, 13, 15)
- Fokus pada emisi metana (CH4), tata kelola limbah hulu-hilir, dan pengembangan pariwisata karbon. Di hulu, diimplementasikan sistem Carbon Farming melalui restorasi lahan kritis karst berbasis Model Struktur Hutan Kanopi Tiga Lapisan. Yayasan mengorganisasi jemaat petani dari GKJ Paliyan untuk menerapkan model vertikal ini langsung di tapak lapangan, bertempat di wilayah Manggoro (Paliyan) serta diperluas ke kebun-kebun warga jemaat di sekitarnya di Gunung Kidul. Model penanaman tanaman nyamplung dan benih tanaman DLKH DI.Yogyakarta (atas), buah alpukat/apokat (tengah), serta empon-empon (bawah) ini diintegrasikan secara masif dengan pengembangan ekowisata dan pariwisata karbon di lingkungan GKJ Paliyan, Gunung Kidul. Sementara program khusus yang dilakukan bersama tim UKDW sebagai penerima hibah dari Yayasan Griya Jati Rasa kepada pemerintah dan warga di Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul adalah untuk membuat prototipe program โAsuh Pohonโ dan โGaji Karbonโ sebagai model ekonomi sirkular di DIY.
- Di sektor industri rakyat, dilakukan instalasi reaktor pemurnian air limbah di klaster pembatik Giriloyo (Imogiri, Bantul) dan pembatik difabel zone di Wijirejo (Pandak, Bantul) guna mengembalikan sanitasi air bersih (SDG 6) dan menguatkan status Yogyakarta sebagai kota batik dunia. Kedua kelompok pembatik ini adalah anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa. Produk-produk mereka lolos kurasi koperasi dan tim kurasi provinsi sehingga bisa dijual di Yogyakarta International Airport (YIA). Saat ini produk Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa yang dijual di Pasar Kota Gede di YIA terdiri dari 15 produk fashion/kerajinan dan empat produk teh premium โSuhu Bumiโ. Ke depan, gerakan one product, one trip, one tree akan diimplementasikan oleh anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa sesuai dengan hasil RAT 2026.
PILAR II: Gerakan Sirkular, Advokasi Data, & Edukasi Lintas Iman (SDG 2, 4, 12)
- Inisiasi gerakan pengolahan sampah organik dipicu oleh evaluasi kritis atas asimetri data timbunan limbah KLHK/SIPSN oleh kabupaten. Momentum aksi dipercepat pascakrisis sampah di seluruh D.I. Yogyakarta serta kebijakan penutupan pintu sampah organik rumah tangga oleh TPA di Sleman. Merespons darurat sampah ini, Yayasan mempelopori gerakan pengolahan eco-enzyme massal dari bahan baku dapur, diawali melalui kolaborasi jemaat GKJ Sarimulya bersama komunitas Muslim di sekitarnya. Salah satu anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa adalah warga GKJ Sarimulya yang lolos kurasi koperasi maupun tim kurasi provinsi untuk produknya, batik motif climate change dengan pewarnaan alam indigo, yang bisa dipasarkan bersama dengan produk lain dari Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa di Yogyakarta International Airport (YIA).
- Gerakan ini kemudian direposisi serta diperluas kepada gerakan santri hijau IIQ An-Nur, Pemuda-Pemudi Nusantara di asrama DIY, serta rangkaian pelatihan intensif bagi anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa di wilayah Kebonharjo (Samigaluh, Kulon Progo), Kalitirto ( Berbah, Sleman), Giriloyo (Imogiri, Bantul), Wijirejo (Pandak, Bantul),ย Giricahyo (Purwosari, Gunung Kidul) dan Bleberan (Playen, Gunung Kidul).
PILAR III: Keuangan Hijau & Kemakmuran Keanggotaan (SDG 1, 2, 8)
- Mengaplikasikan model finansial mandiri non-donor melalui skema Co-to-Co Partnership antara Koperasi Desa Merah Putih (validasi data warga pemilik lahan yang mengikuti program Asuh Pohon Griya Jati Rasa) dan Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa sebagai jangkar pembayaran program Gaji Karbon kepada partisipan program Asuh Pohon Griya Jati Rasa. Koperasi menyalurkan insentif “Gaji Karbon” secara digital melalui aplikasi Semar Mobile yang dirancang oleh Tim UKDW.ย
- Pemanfaatan bibit dari DLHK DIY serta pasokan benih mandiri dari kelompok petani lokal penangkar benih pohon nyamplung bersertifikat PT Pandu Wijaya Negara yang juga adalah anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa. Benih-benih ini ditanam untuk peremajaan hutan dan keragaman tanaman dalam menguatkan program โAsuh Pohonโ Griya Jati Rasa bersama masyarakat dan pemerintah Giricahyo (Purwosari, Gunung Kidul) yang telah membangun jaringan internasional dengan Universitas Maryland, Amerika Serikat.
- Hasil panen empon-empon hulu diolah menjadi produk herbal carbon foods oleh UMKM Sri Agung, anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa, bernilai tambah tinggi untuk tujuan ekspor ke Tanah Suci dan Timur Tengah, sekaligus dipasarkan sebagai rantai pasok pariwisata hijau.
PILAR IV: Tata Kelola Kemitraan Pentahelix & Advokasi Kebijakan Lokal (SDG 2, 4, 13, 16, 17)
- Melembagakan gerakan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) multi-pihak disaksikan Bapperida DIY guna menyelaraskan data tapak dengan perencanaan makro daerah. Aspek sains-teknologi divalidasi lewat hibah riset berkala dari Yayasan Griya Jati Rasa kepada UKDW untuk pengolahan data karbon/TI, dipadukan dengan hibah yang sama untuk pengembangan ekonomi syariah hijau IIQ An-Nur.
- Kemudian, perluasan aksi bersama mitigasi perubahan iklim dilakukan melalui jejaring gereja-gereja Jawa-gereja-gereja Papua. Pada tanggal 28 November 2025, di Jayapura dilakukan seminar mitigasi perubahan iklim dan lokakarya pembuatan benih dari biji-biji tanaman, termasuk dari biji nyamplung bersertifikat. ย Peserta adalah wakil-wakil gereja/denominasi dan masyarakat adat di Provinsi Papua, Jayapura. Empat bulan kemudian, hasilnya dievaluasi untuk mengerti kekuatan dan kelemahanย program di Papua dan di Jawa. Program seminar dan lokakarya di Klasis GKJ Yogyakarta dan Klaten dilakukan pada tanggal 26 November 2025 di GKJ Paliyan, Gunung Kidul. Proses evaluasi komparitas dilakukan melalui beberapa kali Zoom meeting dimulai dari bulan Februari 2026. Pada tanggal 17 September 2026, tim gereja di Papua yang berhasil dalam pembibitan tanaman, tampil sebagai fasilitator dalam pembekalan mahasiswa KKN di STFT GKI I.S. Kijne di Jayapura. Jumlah mahasiswa KKN adalah 139 orang yang dibagi menjadi 6 kelompok. Keenam kelompok ini membawa hasil pelatihannya ke Biak untuk dibagikan dalam bentuk pelatihan dan penyerahan biji kepada 6 jemaat penerima KKN STFT GKI I.S. Kijne. ย Pelatihan mitigasi perubahan iklim dan pembuatan benih dari biji dilakukan berdasarkan pembagian kelompok. Proses pembelajaran melalui Zoom untuk pembekalan tentang teologi karbon dari Yayasan Griya Jati Rasa dan lokakarya pembuatan benih dari biji langsung di Jayapura.ย
- Yayasan, Koperasi, dan anggotanya (UMKM Sri Agung) aktif mengadvokasi regulasi turunan Perda Kabupaten Gunungkidul Nomor 10 Tahun 2025 menjadi Peraturan Bupati (Perbup) guna memberikan perlindungan hukum operasional yang kuat bagi komoditas lokal berpeluang ekspor.
6. Matriks Indikator Capaian Strategis Menuju 2030
PILAR I: Mitigasi Perubahan Iklim, Pemulihan Ekologi, & Pariwisata Karbon
- Destinasi Ekowisata & Pariwisata Karbon: Pembangunan dan standardisasi 1 kawasan percontohan pariwisata karbon berbasis komunitas di Kalurahan Giricahyo (Purwosari) serta perluasan model kemitraan pariwisata rendah kepada partisipasan gereja-gereja di Jawa seperti GKJ Paliyan dan gereja-gereja di Papua melalui STFT GKI I. S.Kijne di Jayapura. Khusus untuk program Asuh Pohon dan Gaji Karbon di Kalurahan Giricahyo (Purwosari, Gunung Kidul), kolaborasi juga melibatkanย penyediaan amenitas komoditas hijau bersama entitas perhotelan (Edge Resort Yogyakarta). Ke depan, diharapkan akan dibuka kerja sama dengan YIA untuk pemasaran program โAsuh Pohonโ dan โGaji Karbonโ. Penumpang penerbangan bisa mengunjungi Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa Carbon Offset di YIA. Mereka bisa ย menggunakan kalkulator karbon untuk menghitung jejak karbonnya, kemudian memutuskan untuk terlibat dalam pasar sukarela โAsuh Pohonโ dan โGaji Karbonโ Griya Jati Rasa.
- Hutan Kanopi Tiga Lapisan Manggoro & Paliyan: Penataan lahan kritis kawasan karst Gunungkidul seluas minimal 10 hektare menggunakan sistem vertikal 3 lapisan (Nyamplung, Alpukat, serta Empon-empon) yang dikelola langsung oleh jemaat petani GKJ Paliyan di Manggoro serta kebun warga jemaat di sekitar Paliyan
- Reaktor Limbah Batik: Pembangunan dan aktivasi 2-5 unit reaktor pemurnian air limbah komunal di klaster pembatik Giriloyo (Imogiri, Bantul) guna menurunkan kadar polutan kimia air hingga 85%, khususnya gas metana (CH4), dan menanam cadangan karbon (carbon sink) sebelum didistribusikan kembali ke dalam tanah.
PILAR II: Gerakan Sirkular & Edukasi Lintas Iman
- Advokasi Akuntabilitas Data DLHK: Tersedianya 1 sistem sinkronisasi/klarifikasi data publik bersama DLHK DIY untuk memperjelas status pemrosesan objek sampah organik dan lokasi akhir timbunannya yang tercatat di SIPSN/KLHK.
- Klaster Pengolahan Sampah Rumah Tangga: Pembentukan klaster percontohan sirkular mandiri pascakrisis sampah regional DIY yang dijalankan oleh jemaat GKJ Sarimulya bersama komunitas Muslim lokal, santri hijau IIQ An-Nur, kader muda Asrama berbasis provinsi di DIY, serta anggota koperasi di 5 wilayah utama: Kebonharjo (Samigaluh, Kulon Progo), Kali Tirto (Berbah, Sleman), Giriloyo (Imogiri, Bantul), Giricahyo (Purwosari, Gunungkidul) dan Bleberan (Playen, Gunung Kidul).
- Produksi Sirkular & Kaderisasi: Produksi massal 10.000 liter Eco-Enzyme/POC per tahun, serta pelatihan mitigasi iklim dan green jobs bagi 500 kader muda Nusantara di asrama-asrama provinsi di DIY.
PILAR III: Keuangan Hijau & Kemakmuran Keanggotaan
- Digitalisasi Keuangan aplikasi Semar Mobile dari Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa: Aktivasi dan integrasi 100% anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa nasional ke ekosistem transaksi digital Semar Mobile.
- Insentif Gaji Karbon & Ekspor: Penyaluran dana insentif “Gaji Karbon” konstan bagi minimal 300 KK petani, serta ekspor komoditas herbal empon-empon minimal 2 ton per tahun ke Tanah Suci, Timur Tengah.
PILAR IV: Tata Kelola Kemitraan Pentahelix & Advokasi Kebijakan
- PKS & Validasi Sains Karbon: Penerbitan 3 dokumen PKS resmi yang difasilitasi Bapperida DIY sebagai saksi terhadap penyelenggaraan seminar dan penyerahan hibah Yayasan Griya Jati Rasa untuk Program โAsuh Pohonโ dan โGaji Karbonโ Kalurahan Giricahyo (Purwosari, Gunung Kidul) dan program eco enzyme kepada pesantren di lingkungan IIQ An Nur berbasis bisnis syariah Islam.
- Pengisian Dokumen Rancangan Aksi Mitigasi (DRAM) dan Registrasi SRN PPI (Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim) pada website resmi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dilakukan oleh Yayasan Griya Jati Rasa dengan mitra riset penerima hibah Yayasan.
- Pengurusan HAKI โDokumen Konseptual Akademis Model Integrasi Multidisiplin dan Kelembagaan Bertingkat Pada Program Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Akar Rumput Lintas Imanโ, yang dilakukan oleh Yayasan Griya Jati Rasa pada Kementerian Hukum dan HAM.
- Advokasi Regulasi Perbup: Penerbitan 2 dokumen untuk mengadvokasiย Peraturan Bupati (Perbup) Gunungkidul sebagai turunan operasional pelaksana dari Perda Nomor 10 Tahun 2025 bersama UMKM Sri Agung, anggota Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa untuk menjamin perlindungan hukum komoditas ekspor herbal lokal.














